About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, May 15, 2014

LAPORAN PMBP Pelatihan seni tari dan pramuka



BAB I

 PENDAHULUAN

A.    LatarBelakang

Mahasiswasebagaisalahsatuagenpemberbaharubangsa, sudahsepantasnyamemilikipengetahuan , keterampilansertakepekaanyadalammembacapermasalahan yang ada di masyarakat.   Untukmengasahkepekaanmahasiswatersebutperluadanyaprogram pengabdianpadamasyarakat.Dalamkaitanyapengabdiankepadamasyarakat, IKIP Budi Utomomenggalakanpadasetiapmahasiswanyaprogram  pengabdianberbasispotensi(PMBP). PMBP mengambilperanan yang pentingsebagaiwadahuntukmenyalurkanpengetahuandanketerampilanmahasiswa yang inginmengabdikanilmunyauntukmasyarakat.

Sasarandari PMBP adalahmasyarakat,maupunlembagapendidikandiberbagaijenjang . SD salahsatujenjangpendidikan formal pertamamenggambiperananpentingbagiperkembangananakbaikitumotorikmaupunsensoriknya.Untukitupratikummengambil SD NegeriKotes0I kec. GandusariKab. Blitarsebagaitempatpelaksanaanpratikum. Dari hasilobservasi yang dilakukanpada SD tersebutditemukanbahwapengetahuananakmengenaiPramukamasihkurangselainitukegiatanekstrasenitaribelumdiadakan di SD tersebut, Hal inidikarenakankegiatanPramukadanTaribelumterorganisirdenganbaik.

Penataan program ekstrakulikulerdi  SDNegeriKotes 01 perlusegeradilakukan, agar kegiatananaksepulangsekolahlebihterarahkehal-hal yang lebihpositif. Masihbanyakditemukananak-anakmenghabiskanwaktu di luar jam sekolahdenganbermain play station (PS). Padahalkegiatan PS jikadibandingkandengankerugianyalebihbesardaripadauntungnya. PS sebagaisaranahiburananaksedikitbanyakmempengaruidalamprilakuanak. Dari bukukasus yang adadisekolahmasihbanyakanak yang melakukanperkelahianantarsesamateman di sekolah. Selainitu, PS yang berlebihanjugadapatmengganguperkembangantubuhanak.Anakakanpasifuntukmelatihanggotageraktubuhnya, akibatnya system peredarantubuhtidaklancar.

Memperhatikanpermasalahantersebut  diatasmakapratikummengambiljuduldalam  program pengabdianya   “PelatihanDasarKepramukaandanSeniTari di SDN Kotes 1 Kec. Gandusarikab.Blitar” .Denganpengadaanpelatihantersebut di harapkanmeminimalisirkegitan PS siswa SDN Kotes 1 Kec. GandusariKab. Blitar.Serta mampumeningkatkankemampuansiswa di bidangkepramukaandanSeniTari.

B.     Rumusanmasalah

Berdasarkanpermasalahan di atasdapatdisusunpermasalahansebagaiberikut,

1.      Apakahkegiatanpramukadansenitaridapatmengurangikegiatanbermain play station siswa SD NegeriKotes 01 Kec. GandusariKab. Blitar?

2.      Seberapabesarpeningkatanpengetahuankepramukaandansenitarianaksetelahdilakukan  programpelatihan?

C.     Tujuan

1.      Mengetahuiapakahdengandilakukanyakegiatanpramukadansenitaridapatmengurangikegiatanbermain ply stationsiswa SD NegeriKotes 01

2.      Mengetahuisejauhmanapeningkatanpengetahuankepramukaandansenitari yang dimilikianaksetelahdilakukan program pelatihan.

D.    Manfaat

Berdasarkanrumusanmasalahdantujuan di atasdapat di ambilmanfaatnyasebagaiberikut,

1.      Kegiatansiswa di luar jam sekolahlebihevektif

2.      Memperbaikisusunan program ekstrakulikuler di SD NegeriKotes 01

3.      Melatihkemandiriansiswamelaluikegiatanpramuka

4.      MelestarikankeseniandaerahmelaluikegiatanSenitari

5.      Memberdayakansaranadanprasarana yang di lingkungansetempat .

E.     Sasaran

SasarankegiatanpelatihanpramukadansenitariSiswa-siswi SDN Kotes01 Kec.GandusariKab. Blitar.

F.      Pelaksanaankegiatan

KegiatanpelatihanpramukadanseniTari di SDN Kotes 01 Kec. GandusariKab. Blitarberlangsungmulaitgl 1 Maret 2014 - 30 April 2014.Kegiatan inidiawalidenganobservasiuntukmengetahuikeadaan di tempatobjekdanpenentuanpermasalahan yang perlusegeraditangani di  SD  tersebut.

Dari observasi yang dilakukandapatditentukanpermasalahannyayaitukegiatanpramukadansenitari yang belumberjalandenganbaik.Untukpengevektivanwaktumakapratikum , membagiwaktu yang tersediadenganduakegiatansekaligusyaitumemberikanpelatihanpramukadansenitari di SD NegeriKotes 01 Kec. GandusariKab. Blitar.

Kegiatanpelatihanpramukadiawalidenganpengenalandasarpramukamisalnya, salampramuka, artidari symbol tunas kelapa. MinggukeduamengenalkanDwisatyauntuksiaga, dan Tri satyauntukpenggalang. Untukmingguketigadankeempat di bulanMaretdigunakankegiatantali-temali.

Untukkegiatansenitarisiwadiberipengetahuangerakdasartarian di minggupertama.PemilihanTarian yang sesuaidengankemampuansiswa di minggukedua.Pelatihantariantanpa music di mingguketiga.Padaakhirminggukeempat di bulan April tahun 2014 di lakukanpelatihantaridenganiringanmusic.

G.    JadwalKegiatan

JadwalkegiatanpelatihanPramuka

No
   

Kegiatan
   

Maret

Minggu ke-1
   

Minggu ke-2
   

Minggu ke-3
   

Mingg ke-4

1.
   

Observasi
   

ü  
   

   

   

2.
   

Pengenalansalampramuka
   

ü  
   

   

   

3.
   

DwiSatyadan Try Satya
   

ü  
   

   

   

4.
   

Dasadarma
   

ü  
   

   

   

5.
   

permainan
   

   

ü  
   

ü  
   

ü  

6.
   

Tali-temali
   

   

   

ü  
   

7.
   

Tali-temali
   

   

   

   

ü  

8.
   

Pembuatanlaporan
   

   

   

   

ü  

9.
   

Dokumentasi
   

ü  
   

ü  
   

ü  
   

ü  

JadwalKegiatanPelatihanTari

No
   

Kegiatan
   

Maret

Minggu ke-1
   

Minggu ke-2
   

Minggu ke-3
   

Mingg ke-4

1.
   

Observasi
   

ü  
   

   

   

2.
   

Pengenalangerakdasartari
   

ü  
   

   

   

3.
   

Pemilihantari
   

   

ü  
   

   

4.
   

Pelatihantaritanpamusik
   

   

   

ü  
   

5.
   

Taridenganiringanmusik
   

   

   

   

ü  

6
   

Laporan
   

   

   

   

ü  

7.
   

Dokumentasi
   

ü  
   

ü  
   

ü  
   

ü  

H.    Personalia

NAMA           : Rima AiniMulyono

NPM              : 2091015512753

JURUSAN     : PendidikanJasmaniKesehatandanRekreasi

I.       HasilKegiatandanpembahasan

PadakegiatanPramuka di minggupertamapengenalanartisalam, siswabelumbegituantusiasdalampelatihanpramuka. Hal inidapat di lihatdarijumlahpeserta yang mengikutipramukahanyasekitar 68 % dan di dominasiolehsiswakelasrendah(kls 1,kls 2, dankls 3). Rendahnyaminatkepramukaanuntukkelasatas (kls 4, kls5, kls 6) dikarenakanmasihbanyak yang menganggapkegiatanpramukaituhal yang membosankan.

Padapertemuanselanjutnyajumlahpesertapramukatidakjauhberbedadenganpertemuanpertamauntukitupratikummengadakansuatupermainanuntukmenarikperhatianpesertapramuka.

Padamingu-mingguberikutnyajumlahsiswakelasatasbertambahuntukmengikutikegiatanpramukakarenatertarikmelihatpermainan yang menarik. olehsebabitupadakegiatanselanjutnyaselaludiberipermainan-permainan yang dapatmenarikperhatiansiwa.

Padakegiatanpelatihansenitaridariminggupertamapengenalangerakandasarsiswaperempuansangatantusiasdalampelatihansenitari .halinidapatdilihatdarijumlahsiswaperempuan  yang mengikutipelatihansenitarisekitar 85% rendahnyaminatsiswalaki-lakidi karenakansialaki-lakimenganggapsenitarilebihkeperempuan.

Padaminggukeduakitamemperkenalkansenitari yang berdominanuntuklaki-lakimisalnyatarijaranan .Hasilnyasiswalaki-lakiberantusiasmengikutipelatihansenitari .halinidapat di lihatjumlahsiwalaki-lakibertambahbanyak.

J.       Simpulandanrekomendasi

KegiatanPramukadansenitaridapatmengurangibermain playstaisendilihatdarikegiatandalamduabulaninisiswaberantusiasmengikutikegianpramukadansenitari. Siswadapatlebihbanyakmelakukanaktivitas di sekolahdaripada di rumah.

Sebaiknyakegiatanpramukadansenitari di jadikanekstrakulikuler yang di wajibkanuntuksisawa.

K.    DaftarRujukan

L.     Lampiran-lampiran

LAPORAN PMBP

PELATIHAN SENI TARI

PELATIHAN PRAMUKA

Oleh :

Rima Aini Mulyono

NPM : 2091015512753

Jurusan : Pendidikan jasmani Kesehatan dan Rekreasi

PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

IKIP BUDI UTOMO MALANG

TAHUN 2014

Halaman Pengesahan

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1.      
   

Jenis Kegiatan
   

1.      Pelatihan Pramuka

2.      Pelatihan Seni Tari

2
   

Pelaksana

a.       Nama

b.      NPM

c.       Angkatan / Semester

d.      Jurusan

e.       Fakultas
   

: Rima Aini Mulyono

: 2091015512753

: 2009

: Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

: IKIP BUDI UTOMO

3.      
   

Personalia

Jumlah Anggota
   

: 1 Mahasiswa

4.      
   

Jangka Waktu Kegiatan
   

: 2 bulan

5.      
   

Tempat Pengabdian
   

: Desa Kotes

  Kec. Gandusari

  Kab. Blitar

  Provinsi : Jawa Timur

Malang, 30 April 2014

Mengetahui                                                                             Pelaksana

  Drs. Adi Sucipto, M.Kes                                                           Rima Aini Mulyono

PROPOSAL UNTUK ISRA' MI'RAJ



PROPOSAL

KEGIATAN MEMPERINGATI ISRA’ MI’RAJ

ORGANISASI SIAWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

SMK NEGERI 1 PUJON

MALANG


OSIS SMK NEGERI 1 PUJON

Jl. Brigjen Abdul Manan Wijaya No. 14 Ngroto Pujon-Malang

Telp/Fax : (0341) 590355 Email : smkn1pujon.co.id

LEMBAR PENGESAHAN

              Ketua Pelaksana                                                          Sekretaris Pelaksana

Vella Putri Romadhona                                              Dita Patresia

Pembina OSIS                                                                        Ketua OSIS

Rudi Hermawan, S.P                                                  Andi Koko P.

Mengetahui

Kepala SMK Negeri 1 Pujon

Hari Suprayitno, S.Pd, MM

NIP.19671002 199101 1 003

                                              

BAB I

PENDAHULUAN

I.                LATAR BELAKANG

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi kaum muslim merpakan wujud cinta kasih kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan yangmenuju keridhoan Allah SWT yaki berpa agam islam  yang di tuntun dengan ajaran yang bersumber pada hokum islam yakni Al-Qur’an dan Hadist. Dengan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di harapkan kita dapat mentauladani Akhlaq yang mulia dari Nabi Muhammad SAW . sehingga akhirnya tercipta sebuah generasi yang selalu mengikuti ajarannya.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H merupakan salah satu wujud apresiasi dari kita selaku umat islam untuk menjunjung tinggi Nabi kita semua sebagai suri tauladan di muka bumi ini. Hal ini baik sekali terutama sebagai pembelajaran kepada generasi penerus kita berikutnya. Sebagai bentuk apresiasi yang bermanfaat untuk seluuruh siswa SMK Negeri .

II.            TUJUAN

Ø  Memperinagati hari besar islam

Ø  Mengadakan forum/ media persaudaraan

Ø  Memberikan motivasi kepada generasi penerus

Ø  Media syiar islam dan mempererat ukhuwah islamiyah

III.       NAMA KEGIATAN

Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H kami selaku OSIS SMK Negeri 1 Pujon Hendak mengadakan kegiatan sebagai berikut:

1.Senin  26 mei 2014

Ø  Kaligrafi

Ø  Tartil

Ø   Adzan

Ø  Kreasi hijab

    2.Kamis 28 mei 2014

Ceramah

IV.      TEMA KEGIATAN

“ WUJUDKAN KREATIVITAS MUDA MUDI ISLAM”

BAB II

PELAKSANAAN

A.    JENIS KEGIATAN

Kegiatan

B.     SASARAN

Sasaran dalam memperinagati kegiatan Isra‘ mi’raj adalah seluruh SMK Negeri 1 Pujon

C.     SUSUNAN KEPANITIAAN

Penanggung jawab            :Hari Suprayitno S.Pd MM

Pembina                            :Rudi Hermawan S.P

Ketua Pelaksana                :Vella Putri Romadhona

Sekretaris                          :Dita Patresia

Bendahara                         :Rindi Antika

Keanggotaan seksi-seksi

1.Seksi Perlengkapan        :Semua Anggota OSIS

2.Seksi Dokumentasi      

      Koordinator                :Dadang dwi

      Anggota                      :Avilia

                                          :Rita Wulandari

3.Seksi Transportasi        

      Koordintor                  :Nuzulul Try Dara P.

      Anggota                      :Melshandika

4.Seksi acara                   

      Koordinator                :Andi koko P.

      Anggota                      :Silvi Dwi Nur Imami

                                          :Rona Meida Cahyanti

5.Seksi Keamanan

      Koordinator                :Arditiyan Bayu S.

      Anggota                      :Dipta Eka Prasetya

                                          :Dyon Yogi Frandika

                                          :Galuh

                                          :Bayu Setya

                                          :Farisky

                      

BAB III

ANGGARAN DANA

A.   PEMASUKAN DANA

       Dana dari SMK Negeri 1 Pujon Rp. 800.000,-

B.   Rencanakan Pengeluaran Dana

Tahun 2014

   

Uraian
   

Debit
   

Kredit
   

Saldo

Bulan
   

Tanggal
   

   

   

   

Mei
   

26 & 28
   

Terima dari kesiswaan
   

Rp.800.000.-
   

   

Rp.800.000.-

   

   

Hadiah
   

   

Rp.350.000.-
   

Rp.450.000.-

   

   

Perlengkapan
   

   

Rp. 43.000.-
   

Rp.407.000.-

   

   

Transportasi
   

   

Rp. 50.000.-
   

Rp.357.000.-

   

   

Proposal & Laporan
   

   

Rp. 50.000.-
   

Rp.307.000.-

   

   

konsumsi juri
   

   

Rp. 80.000.-
   

Rp.227.000.-

   

   

Transportasi juri
   

   

Rp.180.000.-
   

Rp. 47.000.-

   

   

Aqua
   

   

Rp. 30.000.-
   

Rp. 17.000.-

   

   

Lain-lain
   

   

Rp. 17.000.-
   

Rp 0.-

   

   

Jumlah
   

   

Rp.800.000.-
   

           Pembina OSIS                                                                              Bendahara

            Rudi Hermawan, S.P                                                                    Rindi Antika

Mengetahui

Kepala SMK Negeri 1 Pujon

Hari Suprayitno, S.Pd, MM

NIP.19671002 199101 1 003

BAB IV

PENUTUPAN

            Demikian proposal yang kami ajukan, besar harapan kami sebagai pengurus OSIS SMK Negeri 1 Pujon yang telah merencanakan kegiatan ini dari awal. Mengingat kegiatan tersebut merupakn suatu kegiatan untuk memeriahkan Isra‘ Mi’raj 1435 H.

            Melalui kegiatan yang kami rencanakan ini, kami berharap bapak mengizinkan kegiatan kami tersebut.

            Demikian proposal yang kami ajukan sebagai bahan pemikiran yang di harapkan akan berguna bagi semua pihak yang terlibat. Dengan, kami mengaharap dukungan,baik secara moril maupun materil sehingga kegaiatn ini dapat berjalan sesuai rencana

Thursday, May 1, 2014

CONTOH SURAT WASIAT PEMBAGIAN WARISAN



 SURAT WASIAT

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                    : SITI ZULAIKAH

Alamat                  : Dsn Delik RT 31 RWE 10 Ds Madiredo Pujon

-          Dengan ini memberitahukan bahwa milik saya tanah seluas 850 m² yang terletak di Dusun Delik perbatasan Dsn Sumbermulyo dekat SDN adalah warisan dari Orang Tua saya (Tegal)

-          Rumah yang saya tempati berasal dari orang tua saya (Rumah yang ditempati keluarga Sakri) yang dijual oleh Istiadi (Suami Pertama)

-          Adapun Hasil penjualan rumah berupa Sawah & Uang. Sawah saya tukarkan Tanah milik P. Suharji, Yang sekarang saya dirikan rumah dan saya tempati sampai sekarang, bukan harta gono gini dengan istiadi, dengan saksi adik-adik saya. Luas tanah         m²

-          Pekarangan belakang rumah itu dibeli dari P. Suharji dengan uang hasil keringat saya dan Kudsi (Suami kedua) dengan luas        m²

-          Adapun keinginan saya tempati sekarang akan saya berikan ke anak yang mau merawat saya (Siapapun) Sampai saya meninggal. Merawatnya dirumah yang saya tempati.

Kalau memang anak-anak saya ada yang keberatan biar di ganti uang. Semampu anak yang merawat saya. (Dengan melihat berapa lama merawat saya sampai saya meninggal) dengan harga jual dibawah pasaran dan pembayaranyapun setelah saya meninggal, Rumah yang dihibahkan ke anak yang bersangkutan tidak boleh dijual lagi ke oirang lain.

-          Adapun tanah pekarangan belakang rumah akan saya jual untuk membayar hutang saya dan Kudsi (Suami kedua).

-          Demikian Wasiat yang saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan mohon dijadikan pegangan setelah saya meninggal

      TTD Saksi                                                                                           TTD saya

     UMI                  SAROFAH                   INDAHAH                                                     SITI ZULAIKAH

Monday, April 28, 2014

Makalah Belajar dan Pembelajaran



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

            Berbicara tentang belajar dan pembelajaran adalah berbicara sesuatu yang tidak pernah berakhir sejak manusia ada dan berkembang di muka bumi sampai akhir zaman nanti. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia masih dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja hingga dewasa sampai ke liang lahat, sesuai dengan prinsip life long education. Sehingga diperoleh sebuah definisi bahwa  Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan ketrampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian. Dalam konteks menjadi tahu dan seiring dengan proses memperoleh pengetahuan, lahir pula berbagai macam teori mengenai pokok-pokok belajar dan pembelajaran yang beberapa diantaranya akan kami bahas dalam makalah ini.

1.2.Rumusan masalah

    Apa makna teori dan konsep dasar pembelajaran?
    Apa hakikat universal dari belajar?
    Apa peran filsafat pendidikan dalam pengembangan teori pendidikan?

1.3.Tujuan Penulisan

    Memenuhi salah satu tugas mata kuliah belajar dan pembelajaran.
    Memahami peran filsafat pendidikan dalam mengembangkan teori belajar.
    Menambah wawasan dalam mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.      Makna Teori dan Konsep Dasar Pembelajaran

            Teori adalah suatu penjelasan tentang  hubungan antara dua atau lebih konsep atau variable yang berupa sekumpulan hokum, gagasan, prinsip dan teknik-teknik tentang subjek tertentu. Teori tidak bersifat kekal karena dapat diubah jika ada bukti baru yang bersifat menyangkal teori tersebut. Dalam khasnah pembelajaran, dominasi teori behaviorisme demikian kutnya, bahkan berlangsung puluhan tahun. Namun dengan sejumlah bukti yang berpangkal dari suatu paradigm baru dan keabsahannya tidak bisa disangkal pada saat itu, dan pada perkembangannya teori behaviorisme digantikan oleh teori kognitivisme.

            Dalam konsep pembelajaran, Bruner membedakan antara teori pembelajaran (instructional theory) dan teori belajar (learning theory). Dalam hal ini pembelajaran semakna dengan pengajaran. Menurut Bruner (Degeng,1989) teori pembelajaran adalah preskriptif sedangkan teori belajar adalah deskriptif. Dikatakan preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan dikatakan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.

            Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang (guru) mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Teori ini berurusan dengan upaya mengontrol variable-variabel Yang dispesifikasi dalam teori belajar agar memudahkan belajar itu sendiri (Budiningsih,2005:11). Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variable yang menentukan hasil belajar, teori ini menekankan kepada bagaimana seharusnya seseorang itu belajar. Reigeluth (Degeng,1989) mengembangkan teori Bruner ini dengan menyatakan bahwa sifat preskriptif dan deskriptif ini dimiliki baik oleh teori pembelajaran maupun teori belajar bergantung kepada tujuan atau proposisi yang digunakan.

2.2.      Hakikat Universal dari Belajar

            Seperti yang kita ketahui, dewasa ini terjadi perkembangan yang amat tepat dalam berbagai aspek kehidupan yang berdampak kepada pendidikan dan pembelajaran. Dalam kaitan ini UNESCO dengan laporannya yang berjudul Learning: The Treasure Within (1996) menyampaikan adanya sejumlah tantangan controversial yang harus dihadapi dengan cara menyeimbangkan berbagai tekanan (tension) yaitu tekanan antara tuntutan: global dengan local, universal dengan individual, pertimbangan jangka panjang dan jangka pendek, tradisional dengan modern, antara tuntutan spiritual dan kebutuhan material, dsb.

            Tantangan yang bersifat universal ini juga harus dihadapi secara universal pula. Dalam dunia pembelajaran, untuk menghadapi dan beradaptasi dengan berbagai tantangan itu, UNESCO memberikan resep berupa  apa yang disebut empat pilar belajar (four pillars of education or learning), yaitu:

2.2.1.   Learning to know

            Belajar untuk mengetahui berkaitan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan pengetahuan. Belajar untuk mengetahui ini oleh UNESCO dipahami sebagai cara dan tujuan dari eksistensi manusia. Hal ini sesuai dengan penegasan Jacques Delors (1966) yang menyatakan adanya dua manfaat pengetahuan yaitu pengetahuan sebagai cara (means) dan pengetahuan sebagai hasil atau tujuan (end). Sebagai cara hidup, terkait keniscayaan bahwa manusia memang wajib memahami dunia disekelilingnya. Dari segi tujuan, belajar untuk mengetahui bertujuan untuk memberikan kepuasan karena perolehan pemahaman, pengetahuan dan kepuasan melalui penemuan-penemuan secara mandiri. Belajar untuk mengetahui berimplikasi terhadap diakomodasikannya konsep belajar tentang bagaimana belajar (learning how lo learn), dengan mengembangkan seluruh potensi konsentrasi pembelajar, ketrampilan mengingat dan kecakapan untuk berpikir. Proses untuk memperbaiki ketrampiln berkonsentrasi ini dapat bermanifestasi dengan berbagai cara dan dapat dibantu oleh berbagai kesempatan belajar yang berbeda-beda yang muncul di sepanjang kehidupannya.

2.2.2.   Learning to Do

            Konsep Learning to do ini berkaitan dengan dua hal: pertama, berkaitan dengan ekonomi industri, dimana para pekerja memperoleh upah atas pekerjaannya. Kedua, yaitu suatu usaha yang kita kenal sebagai wirausaha, para lulusan sekolah menyiapkan jenis pekerjaannya sendiri dan menggaji dirinya sendiri (self employment) dalam semangat entrepreneurship. Jadi menurut UNESCO belajar jenis ini berkaitan dengan pendidkan Vokasional. Pada perkembangannya, dunia usaha/ industry menuntut agar setelah lulus para siswa pembelajar siap memasuki lapangan kerja, sehingga seharusnya ada Link and Match antara sekolah dengan dunia usaha. Maknanya sekolah wajib menyiapkan berbagai ketrampilan dasar yang diperlukan untuk siap bekerja.

2.2.3.   Learning to Live Together

            Belajar untuk hidup bersama mengisyaratkan keniscayaan interaksi berbagai kelompok dan golongan dalam kehidupan global yang dirasakan semakin menyempit akibat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Komunikasi antar manusia di berbagai belahan dunia kini sudah dalam hitungan detik. Agar dapat berinteraksi, berkomunikasi saling berbagi, bekerja sama dan hidup bersama, dan saling menghargai dalam kesetaraan. Sejak kecil anak-anak harus sudah dilatih, dibiasakan hidup berdampingan bersama. Anak-anak harus banyak belajar dari hidup bersama secara damai, apalagi di alam Indonesia yang multicultural dan multietnik sehingga mereka biasa bersosialisasi sejak awal (being sociable).

2.2.4.   Learning to Be

            Belajar untuk mencapai manusia yang utuh, mengharuskan tujuan belajar dirancang dan diimplementasikan sedemikian rupa, sehingga pembelajar menjadi manusia yang utuh, paripurna. Manusia yang utuh adalah manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek ketaqwaan terhadap Tuhan, intelektual, emosi, fisik maupun moral. Seimbang dalam kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritualnya. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan individu-individu yang banyak belajar dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Dalam kaitan itu mreka harus berusaha banyak meraih keunggulan (being excellence). Keunggulan diperkuat dan ditunjang oleh moral yang kuat (being morality). Dan moral yang kuat wajib ditunjang dengan keimanan.

2.3.      Implementasi Empat Pilar Pendidikan di Indonesia

            Implementasi keempat pilar pendidikan seperti yang dicanangkan UNESCO ini dapat dilihat dalam konsideran yang melandasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan. Dalam kaitan ini, reformasi pendidikan yang melahirkan visi pendidikan nasional Indonesia harus mencakup hal-hal sebagai berikut:

            Pertama, penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat, didalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan, dari pengajaran ke pembelajaran.

            Kedua, adanya perubahan pandangan tentang peran manusia  dari paradigma manusia sebagai sumberdaya pembangunan dari paradigma manusia sebagai subjek pembangunan secara utuh. Proses pendidikan harus mencakup : a) penumbuh kembangan keimanan dan ketaqwaan. b)pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi dan kepribadian. c)penguasaan pengetahuan dan teknologi. d)pengembangan, penghayatan, apresiasi dan ekspresi seni. e)pembentukan manusia yang sehat jaasmani dan rohani.

            Ketiga, adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintegrasi dengan lingkungan sosio-kulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu  sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.

            Dalam menyusun konsideran Peraturan Pemerintah tersebut, maka terlihat jelas arah pendidikan dan pembelajaran di Indonesia serta konsep pendidikan dan pembelajaran apa yang sedang diminati di Indonesia.

2.4.      Peran Filsafat Pendidikan dalam Pengembangan Teori Belajar

            Agar memperoleh pijakan berpikir, tentunya cukup strategis jika sebelum mengenal berbagai teori belajar dipahami dulu peran berbagai filsafat pendidikan dalam mengembangkan teori belajar. Filsafat pendidikan berkembang sejak keperluan akan pendidikan sendiri berkembang, kebutuhan semacam ini dirasakan menguat sejak zaman yunani kuno. Tidak heran jika berbicara filsafat pendidikan, muncul nama-nama seperti Sokrates, plato dan Aristoteles. Banyak sekali aliran-aliran tentang filsafat pendidikan yang berkembang tetapi hanya aliran behaviorisme yang secara utuh menyajikan teori belajar dan kebanyakan teori belajar yang lain muncul karena menerapkan gagasan dasar (basic ideas) dari beberapa filsafat pendidikan, misalnya teori belajar konstruktivisme berkembang sebagai implementasi gagasan dasar dari filsafat pragmatism dan rekonstruksionisme sosial, filsafat pragmatism kemudian berkembang menjadi filsafat progesivisme.

            Sementara itu, George F.Keller dalam publikasinya yang berjudul introduction to the philosophy of education mengidentifikasi hubungan filsafat dengan pendidikan (Barnadib,1996:11) awal sekali dilakukan identifikasi pendekatan yang ada pada filsafat seperti spekulatif (memikirkan secara sistematis tentang segala sesuatu yang ada), preskriptif (upaya untuk menyusun standart pengukuran tingkah laku, nilai, norma dan kaidah) dan analitis karena sejumlah konsep dalam pendidikan diperlukan kejelasannya. Kemudian jika pendekatan itu diterapkan dalam pendidikan maka terbentuklah filsafat pendidikan.

            Dalam konteks bagaimana pembelajaran dilakukan, secara historis filsafat pendidikan dibagi menjadi dua yaitu filsafat pendidikan yang berasumsi guru sebagai pusat pembelajaran (teacher-centered philosophies), filsafat ini dikatakan cenderung lebih otoriter dan konservatif dan menekankan pengembangan nilai-nilai dan pengetahuan yang telah hadir sejak dulu sampai sekarang.aliran pokok dari filsafat yang berpusat kepada guru yaitu esensialisme dan parenialisme. Dan yang kedua adalah filsafat pendidikan yang berasumsi siswa sebagai pusat pembelajaran (student-centered philosophies) yang lebih focus kepada kebutuhan pembelajar, kontemporer, relevan dan menyiapkan siswa untuk perubahan di masa depan. Aliran pokok dari paham ini adalah progresivisme, rekonstruksionisme sosial dan eksistensialisme. Selanjutnya secara ringkas akan kita bahas sebagai berikut:

2.4.1.   Pragmatisme

            Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang pertama kali dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce dalam bukunya how to make ouridea clear (1878). Tokoh-tokoh lain dalam aliran ini adalah William James, John Dewey dan George Herbert Meat. Tetapi yang dikenal sebagai bapak Pragmatisme justru John Dewey karena publikasi-publikasinya yang luas. Pragmatisme sesungguhnya berupaya menjadi penengah antara aliran idealisme yang dikembangkan oleh Plato dengan aliran realisme yang dikembangkan oleh Aristoteles. Dalam menengahi Pragmatisme berpandangan bahwa hendakny keputusan yang diambil didasari oleh pertimbangan etis, artinya perlu dinilai dari segi baik buruknya (Poedjiadi, 2005:74). Sehubungan dengan pemikiran ini Pragmatisme disebut juga dengan eksperientalisme dan pada akhir abad ke 20 timbul semacam aliran filsafat baru yang disebut Neoeksperientalisme dengan slogan Power of Experience (POE) oleh Tom Russell. POE ini diambil dari prinsip pembelajaran sains berbasis pengalaman pembelajar yang meliputi langkah-langkah Predict-observe-expain.

            Predict, memulai pelajaran dengan menghadapkan para pembelajar dengan seperangkat alat dan bahan percobaan kemudian guru menjelaskan apa saja yang harus dilakukan siswa terkait peralatan tersebut. Siswa membuat prediksi kemudian membuat sejumlah penjelasan awal (eksplanasi) dan dilanjutkan dengan mengumpulkan dan mendaftar sejumlah eksplanasi. Observe, dilakukan demonstrasi atau percobaan kemudian diamati. Dari sini dapat diketahui prediksi eksplanasi yang benar atau yang salah. Explain, kelas sebagai kelompok mencoba melakukan dekonstruksi hasil demonstrasi dan menjelaskan mengapa hal yang yang didemonstrasikan tersebut terjadi.

            Gagasan pokok filsafat pembelajaran ini adalah minimalisasi peran dari seorang guru dan memberikan banyak keleluasaan kepada siswa untuk membuat penemuan.

2.4.2.   Progresivisme

            Aliran progresivisme berkembang dari pragmatism, kata kunci dari aliran ini adalah progresif yang maknanya maju. Aliran progresivisme disebut juga instrumentalisme, eksperimentalisme juga environmentalisme. Aliran filsafat ini berpandangan bahwa anak didik memiliki akal dan kecerdasan sebagai potensi yang merupakan kelebihan dibanding makhluk yang lain. Dengan kelebihan ini secara kreatif dan dinamis anak didik memiliki potensi untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan yang dihadapinya.

2.4.3.   Eksistensialisme

            Filsafat ini dibangun oleh kepercayaan yang kuat terhadap kemauan bebas (free will) manusia dan kebutuhan setiap individu untuk membentuk masa depannya sendiri. Dalam eksistensialisme, para murid diharapkan mampu mengontrol dan menentukan pendidikannya sendiri, mereka didorong untuk mengetahui dan menghargai keunikan dirinya masing-masing dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap tindakannya. Guru berpandangan bahwa setiap siswa merupakan suatu entitas dari konteks sosial. Pendidikan semacam ini menginginkan agar pengalaman pendidikan berfokus untuk menciptakan kesempatan bagi pengarahan diri (self direction) dan aktualisasi diri.

2.4.4.   Perenialisme

            Filsafat ini berfokus kepada adany kebenaran universal yang telah teruji bersama berlalunya waktu, dari masa ke masa. Hal ini sesuai dengan arti pokoknya, perenial yaitu hal-hal yang ada sepanjang masa. Dengan demikian tujuan pokok dari pendidikan adalah mengkaji nilai-nilai luhur kemanusiaan dan pengethuan yang abadi. Para filosof aliran ini merekomendasikan agar para siswa belajar dari banyak membaca karya-karya agung dari para pemikir dan para penulis besar spanjang perjalanan sejarah manusia. Dengan cara ini mereka akan menghargai pembelajaran. Kelas para perenialis berpusat kepada guru untuk dapat mencapai tujuan pendidikan (teacher- centered).

2.4.5.   Esensialisme

            Esensialisme berpandangan bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah untuk melaksanakan pewarisan dan revitalisasi budaya secara inti, esensi, pengetahuan kepada generasi muda. Filsafat ini berfokus kepada pembelajaran tetang esensi pokok atau dasar-dasar pengetahuan akademik, ketrampilan-ketrampilan dan pengembangan karakter. Para esensialis perpandangan bahwa guru harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebijakan tradisional seperti tradisi menghargai penguasa (otoritas), para sesepuh, belajar untuk mengembangkan ketangguhan dan keuletan, keterikatan kepada tugas-tugas mulia, menghargai orang lain, pengetahuan-pengetahuan praktis dan intelektual yang akan membekalinya sebagai warga Negara yang baik.

2.4.6.   Rekonstruksionisme

            Paham ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari aliran progresivisme tetapi lebih berfokus kepada peran sosial pendidikan. Keyakinan pokok paham ini adalah bahwa tujuan pokok pendidikan yaitu membangun pola-pola kebudayaan yang baru dan menghapuskan seluruh masalah-masalah sosial termasuk penyakit-penyakit sosial, sehingga paham ini lebih dikenal sebagai rekonstruksionisme sosial. Dalam dunia pendidikan, Webb, metha dan Jordan (1991:109-115) menyatakan ada enam gagasan dasar dari teori rekonstruksionisme sosial tentang pendidikan, yaitu:

a)        Tujuan dari sekolah adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan, bukan semata-mata kebutuhan sosial dari individu siswa.

b)        Agar kehidupan masyarakat tetap berlangsung (survive) diperlukan perubahan dan rekonstruksi.

c)        Pendidikan harus memimpin pproses rekonstruksi masyarakat.

d)       Sebagai lembaga fundamental dalam masyarakat modern, pendidikan dengan kurikulumnya harus merefleksikan gagasan demokratisasi dan berfokus kepada literasi kritis.

e)       Sebagai pembentuk masyarakat baru, guru harus berpandangan bahwa sekolah merupakan bagian dari evolusi budaya, memandang pendidikan dalam prespektif global yang terbuka terhadap berbagai perbedaan.

f)        Sekolah seharusnya menjadi model bagi penyelesaian masalah sosial dan membentuk siswa sebagai pemecah masalah sosial (social problem solvers) dan agen perubahan sosial.

2.5.      Pendekatan Filsafat Pendidikan yang lain.

Disamping berbagai aliran filsafat yang dikemukakan diatas ada pendekatan lain dalam menggolongkan aliran filsafat yang terkait dengan konsep pendidikan, diantaranya:

2.5.1.   Nativisme

Nativisme berasal dari kata natives atau native yang artinya terlahir atau pembawaan sejak lahir.tokohnya yang terkenal adalah Arthur Schopenhouer dari Jerman. Menurut aliran ini setiap anak sejak lahir telah memiliki sifat-sifat dasar tertentu yang disebut pembawaan yang terdiri dari pembawaan baik dan pembawaan buruk, sifat bawaan ini tidak dapat diubah oleh pengalaman,lingkungan dan pendidikan, sehingga hasik akhir dari pendidikan ditentukan oleh pembawaan itu sendiri. Aliran pendidikan ini disebut juga dengan pedagogik pesimistis, karena pesimis terhadap manfaat pendidikan.

2.5.2.   Naturalisme

            Naturalisme berasal dari kata natura (Latin) atau nature (Inggris) yang artinya alam atau kodrat. Pelopornya adalah Jean-Jacques Rousseau. Aliran ini berpendapat bahwa setiap anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik dan tidak seorangpun lahir dengan pembawaan buruk. Namun, pembawaan baik itu bisa rusak karena dipengaruhi oleh lingkungan atau kebudayaan manusia itu sendiri. Pandangan naturalisme tidak memandang pentingnya pendidikan sehingga aliran ini juga disebut negativisme, karena pada dasarnya pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebebasan kepada anak untuk berkembang menurut kodrat alamnya yang baik itu.

2.5.3.   Empirisme

            Empirisme berasal dari kata empiria atau pengalaman, tokohnya adalah John Locke (Inggris). Paham empirisme bertentangan dengan paham nativisme dan berpandangan bahwa anak sejak lahir belum memiliki sifat pembawaan apapun, anak yang baru lahir bagaikan kertas putih bersih, tabula rasa. Melalui kontak dengan lingkungan anak-anak pendapat pengalaman empiric yang membentuk anak dimasa depan. Program-program pendidikan harus menciptakan pengalaman belajar yang diperlukan anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dalam hal ini dipersepsikan bahwa seorang pendidik akan mampu membentuk anak-anak menjadi apa saja. Karena besarnya  optimism terhadap peranan pendidikan, maka aliran ini disebut juga  sebagai pedagogik optimistis.

2.5.4.   Konvergensi

            Pandangan ini memadukan antara pandangan nativisme dan empirisme. Tokohnya yaitu William Stern (Jerman). Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan intelektualitas anak tidak hanya dilihat dari factor pembawaan atau lingkungan saja tetapi pepaduan antara keduanya, sinergisme antara faktor internal nature, natur /alami (faktor dasar) dan faktor eksternal nurture, nurture/ pengalaman (faktor ajar/bimbingan). Berdasarkan pandangan ini,William Stern mengambil sutu simpulan bahwa hasil pendidikan bergantung kepad pembawaan dan lingkungan, seakan akan dua garis yang bergerak menuju suatu titik pertemuan, suatu konvergensi.

BAB III

PENUTUP

3.1       Kesimpulan

            Setelah mempelajari berbagai filsafat pendidikan dapat disimpulkan bahawa sebenarnya tidak ada aliran filsafat pendidikan yang mutlak benar dan harus diikuti sepenuhnya, karena setiap aliran ternyata memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Jadi,penerapan ajaran yang mengatakan bahwa kita harus pandai-pandai memilih yang baik dan membuang yang buruk tetap relevan.

DAFTAR PUSTAKA

-          Suyono dan Hariyanto.2012.Belajar dan Pembelajaran.Bandung:PT Remaja Rosda Karya.

           

Sunday, April 20, 2014

CONTOH SURAT PERJANJIAN JUAL BELI



SURAT  PERJANJIAN  JUAL  BELI
Kami  yangbertanda-tangan  di  bawahini  :
N   A   M   A        :   Imam Solikin.
Tempattgllahir  :   Malang, 11-11-1977
ALAMAT           :   DesaTawangsariRt.20  Kec.PujonKab. Malang.
Di sebutsebagaiPihaksatu ( I ) atauPembeli.
N   A   M   A       :   NurSyahidulloh.
Tempattgllahir :   Malang,01-08-1958.
ALAMAT          :    DesaSumberAgung Rt.08 Rw.02  Kec.NgantangKab.Malang.
 Di sebutsebagaipihakdua ( II ) atauPenjual.
Dalamhaliniantarapihaksatu/Pembelidenganpihakdua/PenjualtelahsepakatuntukmengadakanperjanjianJualbeliAsetataubangunanusahaPengelolaan Air MinumAtasnamapemilikperijinanNursyahidullohatauselakupihakdua/penjual. Antara lain :
1.      Pihakdua(II) ataupenjualdanpihak( I) pembeli, telahsepakatuntukmengadakanjualbelibangunan,assetdanperalihanperijinanpengelolaan air minum an. Nursyahidullohdenganharga Rp.250.000.000,-  (duaratus lima puluhjutarupih) yang sudah di bayarlunasolehpihak (I) selakupembeli.
2.      Pihakdua (II) Nursyahidullohselakupemilikatasnamaperijinanpengelolaansumbermata air dan asset bangunanuntuk air minumsudahmenjualdanmenyerahkanpengelolaansepenuhnyaKepadapihaksatu (I) selakupembeli.
3.      MengenaiPelangganataupengguna air minum yang terdaftarmulaisaatinipengelolaandanmanagemennyamenjadihakpihak( I ) selakupemilikbaru.
4.      Dan apabilasalahsatupihakmengingkariisidaripadaperjanjianjualbeliinimakabersediadituntutsesuaihukum yang berlaku, sertasuratperjanjianinisekaligusmerupakanbuktidaripadapenjualanBangunan, asset danperijinanpengelolaan Air minum yang sudah di sepakatiolehkeduabelahpihak.
Demikiansuratperjanjianjualbeliini di buatuntuk di pergunakansebagaimanamestinya, sertatanpaadaunsurpaksaandaripihakmanapun.
Pujon,      April 2014
PihakSatu( I ) /PembeliPihakDua (II) / Penjual


( ImamSolikin )( NurSyahidulloh )                                                 .SAKSI :




CONTOH SURAT KUASA



SURAT  KUASA

Yang bertandatangan di bawahini  :
N  a m a          :   NurSyahidulloh.
Tmpattgllhir :   Malang,01-08-1958
Alamat           :    DesaSumberagung Rt.08Rw.02  Kec. Ngantang.
Di sebutsebagaiPemberiKuasa
N a m a          :    HerySukamto& Imam s.
Tmpttgllhir  :     Malang,06-07-1974
Alamat           :    DesaNgroto Rt.33 Rw.09  Kec.Pujon.
Di sebutsebagaiPeneria Kuasa
Denganini di berikanKuasapenuhuntuk ;Mengurus, MemediasisertamenyelesaikanpermasalahanRumahtanggaantaraNurSyahidulloh/ PemberiKuasaDenganLilisPurwati ( 41 )
DalamhaliniPenerimaKuasadiberikanhakpenuhuntukmewakiliPemberiKuasadalammenyampaikankeputusandanlangkah-langkahpenyelesaikanantarakeduabelahpihak.
DemikiansuratKuasaini di buat, Agar dipergunakansebagaimanamestinya.
Pujon,12 April 2014

Yang Menerima KUASA                                        Yang Memberi KUASA



( HerySukamto/Imam s.)                                          ( NurSyahidulloh  )