About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, September 23, 2014

JANGAN MENEKANKAN HAL-HAL YANG SALAH PADA ANAK

Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar.Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi.Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur?Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya,

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misal: ”Nah, gitu donk kalau main. Yang rukun.”Peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.

KESALAHAN ORANG TUA "BICARA TIDAK TEPAT SASARAN PADA ANAK"

Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru.Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya.Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.

JANGAN SUKA / SERING MENGANCAM ANAK

“Adik, jangan naik ke atas meja!nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
“Jangan ganggu adik,nanti Mama/Papa marah!”

Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!”
Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan

Apa yang sebaiknya kita lakukan? .
Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu.Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya.tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu.Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.”Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. Mainan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.

INILAH ALASAN MENGAPA ANAK SERING BERBOHONG

Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa?Karena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?

Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar.Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua.Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak.akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:

“Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut.Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.”

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini.Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan.

MENGAPA ANAK TIDAK PERNAH MERASA BERSALAH?

Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja.Lalu mereka menangis.Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak.Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.

Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.

Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita.Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya?Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”

Tuesday, September 16, 2014

CERPEN - AKU RELA

AKU RELA
Oleh: Nuvia Aningtias & Insan Ali Mustofa
                 Aku tak peduli pada semua yang sedang berlangsung ,aku tak peduli dengan bapak dan ibu cerewet di depan kelas yang sedang menjelaskan materi, aku tak peduli akan catatan-catatan yang ia tuliskan di papan, aku tak peduli dengan semuanya. Aku hanya mempedulikan diriku sendiri, pikiranku, hatiku. Mengapa diam-diam aku masih memperhatikanmu? Mengapa aku masih memikirkanmu? Beribu kata”mengapa” selalu berputar di kepalaku, tapi aku pun tidak bisa menjawabnya.
            Ku hadapkan kepalaku ke arah keluar kelas, ramai sekali di luar sana, seramai pikiranku yang memikirkanmu. Entah mengapa semua ini tiada habisnya. Aku masih memikirkanmu, bahkan masih sering menangisimu. Bertanya-tanya kenapa kamu membuatku seperti ini. Mataku sudah kering untuk menangis lagi, hatiku seakaen hancur di penuhi sesak yang tiada habisnya bila mengingatmu, mengingat masa kita, dulu semuanya terasa indah. Sangat indah, tapi bagaimana dengan sekarang? Apakah air mata dan hatiku yang sakit ini termasu"k indah? Tidak kan??
            Aku mulai memejamkan mataku, mengingat-ingat semuanya. Kata-katamu di hari itu, genggaman erat tanganmu, air mataku.............. perlahan semuanya langsung hinggap di dalam memoriku, membuat rasa sesak rasa sesak di hati ini terasa lagi, kenapa sesak ini tak kunjung sembuh? Apakah di dalam sana hatiku masih rapuh? Kenapa sesakit ini rapuh karnamu? Kapan aku bisa melupakanmu? Melupakan semua kenangan kita?? Kejadian di hari itu sudah membuatku kehilangan separuh hidupku, kau tanyakan suatu pertanyaan yang bahkan aku tak berani untuk menjawabnya.
“Ris...!!!” satu buah pesan singkat sampai pada ponselku, ternyata dari Andi. “Iya, kenapa ?” balasku lembut. “Apa kamu masih menyayangiku?”, “kenapa menanyakan hal itu? Kamu sendiri bagaimana?”Tanyaku bingung. “Sudahlah jawab saja ”. “Tentu saja masih”. “Iya akupun sama” mendengar ucapannya semalam hatiku terasa bahagia.
            Pagi ini entah mengapa aku begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah. Sepertinya sejuta kebahagiaan telah menantiku, tapi sayangnya semua itu hanya harapan kosong, yang kudapat bukan kebahagiaan melainkan tetes air mata. Kata-katamu semalam kau masih menyayangiku, tapi mengapa kini kau bersama orang lain. Kamu telah berbohong, kamu salah, ya.. kamu memang salah.
            “Aku mengerti cukup sampai disini, berbahagialah dengannya” batinku berusaha untuk menenangkan hatiku. Aku terkejut, tiba-tiba saja semuanya terasa berat, terasa hancur, sangat terasa bahwa hal ini sangat menyakitkan. Badanku terasa lemas, aku masih tak percaya tentang apa yang kamu katakan, apa yang kamu lakukan. Pasti ini mimpi.... batinku. “Ya, ini mimpi” aku hanya perlu bangun dan semuanya akan kembali normal, tapi sayangnya ini bukan mimpi melainkan kenyataan pahit yang benar benar terjadi.
            Aku hancur, hatiku terasa semakin sakit, sesak sudah mengepul di dadaku. Air mataku mulai menetes. Jadi apa yang kamu katakan kemarin malam bohong ?? yang sebenarnya kamu sayangi itu dia bukan aku. Aku masih menatapmu, menatap mata indah yang dulu jadi dunia indahku, apa aku dan kamu memang sudah berakhir ? ah, entahlah... ingin sekali menghampirimu lalu menampar pipimu ataupun memelukmu dan tak akan ku lepaskannya, tapi siapa aku ini ?



            Aku hanya orang lemah yang sempat dibuat kuat dan sekarang rapuh karena orang yang sangat aku sayang. Lemah, hancur, rapuh, perih, inilah aku.... Entah kenapa sampai sekarang kata-kata bohongmu, peristiwa-peristiwa menyakitkan yang selalu ku rasakan masih teringat olehku. Aku berusaha melupakannya, tetapi sosokmu selalu datang dan membuat semuanya gagal.
            Senyummu, wajahmu, perhatianmu, kata-katamu, dan kenanganmu.... semuanya terlalu manis. Kamu yang memulai dan kamu juga yang mengakhiri kisah ini. Apakah benar kamu bukan milikku lagi ?? kau tetap milikku tapi itu hanya dalam mimpiku. Aku terus memandang keluar kelas menyibukkan diri dengan pikiranku, tiba-tiba saja kau lewat, berhenti sekejap di depan kelasku, kau melihat kearahku lalu tersenyum. Kuperhatikan senyum manismu yang dulu sering kau berikan kepadaku. Senyum yang dulu jadi penyemangat langkahku. Tapi sekarang entah yang ada senyum manismu itu membuat hatiku semakin sakit.
Aku menelan ludah pahit, perlahan ku ukirkan secuil senyuman di wajahku dengan terpaksa, senyuman yang menyembunyikan kesedihanku, senyuman palsu. Hatiku semakin rapuh, kaupun segera berlalu. Sial, sampai kapan hatiku rapuh ? sampai kapan senyuman palsu ini menutupi kepedihanku ? aku lelah dengan semua ini, aku lelah belajar rela, rela belajar tegar, aku lelah......
Semakin aku mencoba merelakan, semakin terasa perih hatiku, sesak ini sudah menyatu dengan tubuhku, menggerogiti hatiku, membunuh diriku secara perlahan. Hari demi hari telah ku lalui, saat sinar sang mentari mulai membakar tubuh ini, bel sekolah telah berdering, tanda jam pelajaran  telah usai. Ku berjalan menyusuri lorong kelas, dengan membawa buku di sisi tangan kananku. Tak sengaja ku jatuhkan buku-buku ku, tiba-tiba tangan seorang pria mengambil dan memberikan buku itu padaku, ia tersenyum padaku. Merah pipiku, sudah lama aku tak merasakan hal ini, jantungku berdetak kencang saat dia menatapku, padahal baru pertama kali ini aku melihatnya.
“Ini bukunya” kata lelaki tampan itu. “Iya, terima kasih” jawabku lembut. “Siapa namamu ?” tanyanya. Kujawab “Namaku Risma”. “Kenalkan namaku Ivan, maaf ya... aku terburu-buru”kata Ielaki itu, dengan segera ia berjalan meninggalkanku. Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju kamar kecilku. Ku terlentang diatas busa halus kesanganku dengan ditemani boneka-boneka ku yang lucu, yang selalu setia menemaniku. Tiba-tiba terlintas dipikiranku, lelaki yang telah menolongku tadi. “Kapan aku bisa bertemu dengannya lagi ?” batinku. “Semoga saja aku bisa bertemu dengannya besok”
Beberapa hari telah berlalu, namun aku tak kunjung bisa menemukan bayangannya. Tiba pada suatu ketika, aku berkunjung ke perpustakaan sekolahku. Tanpa disengaja ia lewat disampingku, lelaki yang dulu pernah menolongku. Saat itu juga aku menyapanya “Hai... masih ingat aku nggak” lelaki itu tampak masih berpikir sejenak. “Kamu Risma kan ? yang dulu bukunya jatuh”kata Ivan. “Iya, benar” jawabku. Kami pun duduk dibangku perpustakaan, kami mulai berbincang-bincang seolah-olah kami telah kenal satu sama lain. Bel masuk terdengar, ia meminta nomor ponselku dengan tergesa-gesa. Segera aku tulis dan kuberikan padanya secarik kertas berisi nomor Hp ku. “Nanti akan kuhubungi, ditunggu ya....!!!”, aku mengangguk dan tersenyum kecil padanya.
HrrrrHrrr..... Hpku bergetar tanda ada sebuah pesan masuk. Segera kubaca pesan itu, ternyata pesan itu dari Ivan. Berbunga-bunga rasanya hati ini. Kubalas pesannya dan memulai percakapan. Hal itu selalu berlangsung setiap hari. Tanpa sadar, ada sesuatu yang mengganjal dihati. Perasaan yang selama ini kupendam untuknya. Hal ini berlangsung cukup lama, baik dirumah maupun disekolah kami selalu berdua. Seperti sepasang merpati yang tak pernah meninggalkan pasangannya. Tapi sayangnya dia belum mengungkapkan perasaannya padaku. Suatu malam, dimalam yang tak bisa membuatku tidur nyenyak. Dimana di anganku selalu terbayang dirinya. Betapa manis senyumannya, lembut tutur katanya, baik hatinya, tegas sifatnya, gagah dan tampan rupanya laksana Arjuna.  Apakah dia merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan? Aku tak tahu.
Lamaaa sekali hal yang selama ini kunantikan tak kunjung sampai. Saat aku mulai letih untuk menanti sepatah ucapan cinta dari dalam hatinya, hatiku mulai bimbang untuknya. Ragu dalam hati ini, apakah dia tak mencintaiku ? atau aku yang harus memulai dulu untuk menyatakan cinta ?. Sampai suatu ketika, hari yang selama ini kunantikan telah datang. Ia mengajakku ketengah lapangn sekolah, di suasana istirahat yang ramai. Ku bertanya padanya, “Mau  ngapain sih?” tanyaku, tapi ia hanya terdiam sambil tersenyum. Aku jadi semakin bingung dibuatnya. Ketika itu pula mataku ditutup kedua telapak tangannya yang halus bak kain sutra. Dia berkata “Setelah hitungan ketiga, kamu bisa membuka mata indahmu kembali. Satu.... Dua.......... Ti......................ga...”. Perlahan kubuka mataku, sontak aku terkejut dibuatnya. Terlihat didepan mataku rangkaian kata dihiasi bunga-bunga cantik dan beberapa balon berbentuk hati di papan besar yang dibawanya. Yang bertuliskan kata “I LOVE YOU, maukah kau jadi kekasihku ?” Aku masih bingung ingin berkata apa, sementara semua teman-temanku bersorak dan berkata “Terima, terima, terima ” dengan menepukkan kedua tangannya, tanda mereka merestui hubungan kami. Akupun setuju dengan pendapat mereka. Kuanggukkan kepalaku, rasa bahagia dan malu malu menyelimuti hatiku. Serasa hatiku diterbangkan kesurga olehnya.
Beberapa hari setelah kita jadian, aku merasa dia benar-benar mencintaiku. Buktinya ia bisa membuatku melupakan semua hal yang kualami selama bersama Andi, rasa pahit yang pernah kualami kini berganti manis semanis madu. Sesak yang kuderita kini telah menjadi lega. Rasa perih menjadi sembuh terobati olehnya. Aku hanya orang lemah yang selalu dibuat kuat oleh orang yang selalu menyayangiku. Rasa lelah saat bersama Andi kini menjadi semangat yang membara saat bersama Ivan. Sekarang aku telah rela,rela melepas dan melupakan semua tentang Andi, dan aku juga rela hatiku dimiliki oleh Ivan.
-TAMAT-

Wednesday, August 27, 2014

TATA TERTIB PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA DISEKOLAH


ATURAN UMUM
1.    Memasuki laboratorium harus menggunakan baju lab
2.    Memasuki laboratorium harus melepaskan alas kaki

KEWAJIBAN PENGGUNA LABORATORIUM
1.    Pengguna lab wajib mengisi buku tamu yang telah disediakan
2.    Pengguna lab wajib menjaga kebersihan lab
3.    Alat-alat yang telah di pakai harus dibersihkan dan dikembalikan ketempat semula
4.    Praktikan harus bekerja sesuai dengan prosedur/lembar kerja siswa

LARANGAN PENGGUNA LABORATORIUM
1.    Dilarang membawa makanan dan minuman /makan di dalam lab
2.    Dilarang bergurau dalam lab

SANKSI
1.    Pengguna lab yang memecahkan atau merusakkan alat, harus mengganti